5 cara bertafakkur, yang akan mendatangkan kebaikan

 Jumhur ulama berkata bahwa tafakkur ada lima cara, yaitu:

1. Tafakkur pada kebesaran Allah, yang akan membawa seorang yang beriman kepada pengharapan dan keyakinan kepada Allah.

Tafakkur pada tanda tanda kebesaran Allah, seperti bahwa Allah zat yang maha kuasa, banyak tanda kebesaran dan keagungan Allah Swt. Allah menciptakan gunung-gunung yang kokoh berdiri, hamparan lautan yang luas, para makhluk pun Allah ciptakan semuanya kebagian rezeki darinya. Selain itu tanda kebesaran Allah juga terdapat pada diri manusia itu sendiri, Allah berikan mata sehingga kita bisa melihat, Allah berikan kita telinga sehingga kita bisa mendengar, Allah berikan kita akal sehingga bisa membedakan kebaikan dan keburukan.

2. Tafakkur pada nikmat Allah, yang akan melahirkan rasa cinta kepadanya. 

Hendaknya kita merenungi betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, sehingga kita tidak berpikiran bahwa kita merasa kekurangan. Coba kita lihat diri kita, masih bisa makan tiga kali sehari, masih bisa berlindung di rumah yang kokoh, walaupun tidak banyak masih memiliki harta, masih memiliki lembaran uang, coba perhatikan orang lain yang makan sehari cuma sekali, rumah berdindingkan kardus, atau bahkan ada yang tidak mempunyai tempat tinggal untuk berteduh, tidak memiliki uang selembarpun ditangani. Maka hendaklah kita bersyukur dan bertafakkur dengan hal yang demikian.

3. Tafakkur pada janji baik Allah, tafakkur pada janji baik yang telah Allah janjikan membawa kepada kerinduan/keinginan untuk selalu beribadah kepadanya.

Allah telah banyak menyampaikan bahwa orang-orang yang berbuat taat akan mendapatkan balasan kebaikan disisi Allah, orang yang melakukan perintah Allah dan meninggalkan laranganya Allah sebut di dalam Alquran surat al baqarah ayat 5, bahwa orang yang bertakwa, merekalah yang beruntung mendapatkan kebahagiaan untuk masuk kedalaman surganya, dan terhindar dari neraka

4. Tafakkur pada ancaman Allah, akan membawa kepada rasa takut untuk bermaksiat, durhaka kepadanya.

Allah ancaman orang-orang yang melakukan larangan Allah, mereka di ancaman akan di azab pada hari akhirat, dilemparkan kedalaman neraka, betapa mengerikan kondisi mereka, panas api dunia saja sudah membuat kita hangus hancur menjadi debu, bagaimana dengan panas api neraka yang berpuluh kali lipat panasnya dari api dunia.

5.  Tafakkur dalam Lalainya diri dari taat kepada Allah, artinya bahwa manusia bertafakkur dengan cara bahwa ada ibadah yang ia tinggalkan dan merasakan bahwa itu adalah kecerobohan diri, bisa juga kita katakan bahwa kita belum maksimal beribadah kepadanya, kita tidak merasa bahwa ibadah yang kita lakukan telah banyak, tafakkur ini akan membawa kepada rasa malu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selalu jadi orang yang Bertakwa

Fardhu whudu'

Ilmu Tanpa Amal