Postingan

Fardu/Rukun Puasa

Didalam menjalankan ibadah kepada Allah, ada hal-hal yang harus dipenuhi agar tercapainya ibadah yang sempurna,seperti shalat, didalam shalat harus memenuhi rukun shalat sehingga seseorang bisa dianggap melakukan shalat ketika rukun-rukun shalat terpenuhi, begitupun dengan puasa, agar ibadah puasa bisa dianggap sudah dilakukan ketika rukun-rukun puasa terpenuhi. Fardhu atau Rukun puasa itu ada 3, yaitu: 1. Niat Niat puasa dilakukan setiap hari, dilakukan sebelum terbit fajar dan boleh dilakukan bahkan waktu masih malam asalkan tidak melewati fajar, karena ketika fajar telah datang dan seseorang belum berniat maka tidak dianggap me;akukan niat dan tidak sah puasanya, karena nabi SAW bersabda: barangsiapa yang tidak menetapkan puasa sebelum fajar, maka tiada puasa baginya. (H.R Daraquthniy). Hadits di atas menyatakan bahwa puasa tidak sah kecuali dengan menetapkan niat sebelum terbit fajar atau malam hari. 2.Menahan Makan dan Minum Tidak makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenam...

Syarat Wajib Puasa

Puasa merupakan salah satu dari rukun Islam dan kewajiban yang harus dilakukan oleh orang yang telah baligh dan berakal. Dalil wajib berpuasa terdapat didalam surat al-baqarah ayat 183. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ  ۝١٨٣ Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.(Q.S Al-baqarah: 183) Ketika menunaikan kewajiban berpuasa, maka kita telah menegakkan salah satu dari rukun islam, dengan ketaatan kepada Allah Swt didalam melakukanya, mudah2an Allah memberikan pahala yang banyak kepada kita. Ada 3 syarat wajib puasa 1. Islam Islam berarti telah menjadi bagian dari kaum muslimin telah mengucapkan dua kalimat syahadat. 2. Baligh Baligh berarti telah mimpi basah bagi laki-laki atau telah haid bagi wanita, jika tidak ada tanda-tanda yang demikian, maka ditandai dengan sampainya umur 15 tahun. 3. Ber...

Selalu jadi orang yang Bertakwa

 Wahai kaum muslimin,  bahwasanya Allah SWT. mengetahui apa yang engkau tampakkan, maupun yang engkau sembunyikan, Maka bertakwalah kepada Allah. Melakukan perintah Allah dan meninggalkan laranganya,  merupakan keharusan bagi kita sebagai hamba. Bertakwa dengan melakukan segala hal yang mendekatkan diri kita kepada Allah, dan tidak mengerjakan yang dilarang. Bertakwa bukan hanya shalat, puasa, zakat, akan tetapi Bertakwa bisa dilakukan dengan berbagai hal, bisa dengan mempererat silaturahmi dengan kerabat, bisa dengan berbakti kepada orang tua, dan lain-lain. Karena nabi saw bersabda " ittaqillah ha haisuma kunta" artinya: bertakwalah dimana saja kamu berada. Jadi bertakwa bisa di lakukan di berbagai tempat, di rumah, di kantor, di sekolah, dan tempat2 lain. Mala tidak ada lagi rasanya kesempatan untuk kita mengelak dari takwa kepada Allah. Sabda nabi juga "ittaqullah hamastatha'tum" artinya: bertakwalah seberapa kamu sanggup, berapa kesanggupan kita untuk berta...

Sunnah Bersiwak (Menggosok Gigi)

Bersiwak (menggosok gigi) adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam syariat. Dlam kitab Matan Ghayah wa-Taqrib karangan imam Abu Syuja' dalam fasal shiwak bahwa siwak merupakan sunnah yang dianjurkan disegala situasi dan kondisi, terlebih lagi dalam 3 kondisi 1. Ketika bangun dari tidur 2. Ketika berdiri untuk melaksanakan Shalat 3. Ketika berubah bau mulut, disebabkan diam pada waktu yang lama dan disebabkan oleh hal lainnya, ketika memakan makanan yang mempunyai bau yang tajam, seperti memakan jengkol, bawang, dll.

Meningkatkan ketakwaan di bulan suci Ramadhan

 Bulan Ramadhan telah kembali kita ditemui di tahun ini, kita bersyukur masih Allah berikan umur yang panjang dan badan yang sehat. Patuah kita selalu merendahkan diri dihadapanya kerana dialah zat yang maha tinggi, maha perkasa dan maha berkuasa. Maka, pada saat ini marilah kita meningkatkan ketakwaan kita, menghapus dan menghilangkan keburukan dan perbuatan keji yang pernah kita lakukan, untuk menyucikam kembali jiwa yang telah kotor. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan kembali mengingat bahwa kita harus melakukan perintahnya dan meninggalkan laranganya untuk menjadi hamba yang bertaqwa, dengan meningkatkan ketakwaan kita, semoga Allah angkat derajat kita ke derajat yang tinggi Beberapa cara kita meningkatkan ketakwaan: 1. Memperbanyak mengingat Allah 2. Muraqabah (selalu merasakan bahwa kita selalu diperhatikanoleh Allah) 3. Memperbanyak ibadah dan amalan 4. Mendirikan malam ramadhan dengan ibadah 5. Memperbanyak sedekah

Aqidah Asy‘ariyah sesat? Ini jawabanya

1. Apa itu Aqidah Asy‘ariyah?         Aqidah Asy‘ariyah adalah pemahaman akidah Islam yang dikonsepkan oleh Imam Abu al-Hasan al-Asy‘ari (w. 324 H). Aliran ini menegaskan keimanan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, dengan akal digunakan sebagai alat bantu, bukan penentu utama.       Ia adalah akidah Ahlus Sunnah wal Jama‘ah yang dianut oleh mayoritas umat Islam selama berabad-abad. Karena aqidah yang telah dikonsepkan oleh Imam Abu hasan Al-Asy'ari berjalan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah, maka dari itu Asy‘ariyah termasuk Ahlus Sunnah wal Jama‘ah. Bahkan banyak para ulama yang mengatakan apabila disebut dengan AhluSunnah Waljama'ah maka itu ditujukan kepada kelompok Asy'ariyah. 2. Bukan aliran sesat          Mirisnya di zaman ini ada beberapa kelompok di luar AhluSunnah Waljama'ah mengaku sebagi AhluSunnah dan mengklaim bahwa mereka paling Sunnah dan Asy‘ariyah kelompok sesat dan bid‘ah, in...

5 cara bertafakkur, yang akan mendatangkan kebaikan

 Jumhur ulama berkata bahwa tafakkur ada lima cara, yaitu: 1. Tafakkur pada kebesaran Allah, yang akan membawa seorang yang beriman kepada pengharapan dan keyakinan kepada Allah. Tafakkur pada tanda tanda kebesaran Allah, seperti bahwa Allah zat yang maha kuasa, banyak tanda kebesaran dan keagungan Allah Swt. Allah menciptakan gunung-gunung yang kokoh berdiri, hamparan lautan yang luas, para makhluk pun Allah ciptakan semuanya kebagian rezeki darinya. Selain itu tanda kebesaran Allah juga terdapat pada diri manusia itu sendiri, Allah berikan mata sehingga kita bisa melihat, Allah berikan kita telinga sehingga kita bisa mendengar, Allah berikan kita akal sehingga bisa membedakan kebaikan dan keburukan. 2. Tafakkur pada nikmat Allah, yang akan melahirkan rasa cinta kepadanya.  Hendaknya kita merenungi betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, sehingga kita tidak berpikiran bahwa kita merasa kekurangan. Coba kita lihat diri kita, masih bisa makan tiga kali seha...